TEKNIK
PENGAMBILAN SAMPEL PLANKTON DAN KELIMPAHAN PLANKTON

OLEH:
AYU LIANA PUTRI
160254242030
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DDAN PERIKANAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2017
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL PLANKTON
DAN KELIMPAHAN PLANKTON
PENDAHULUAN
a.
pengertian
Plankton
merupakan mikroorganisme akuatik yang hidup melayang pada kolom perairan, tidak
dapat bergerak atau dapat bergerak sedikit, dan tidak dapat melawan arus.
Keberadaan plankton di perairan akan menjadi komponen yang berperan penting
dalam suatu ekosistem perairan.
Secara umum, plankton dapat dibedakan menjadi
dua golongan. Golongan pertama merupakan plankton nabati, disebut dengan fitoplankton (mikrolagae) yang
bersifat layaknya tumbuhan, artinya plankton jenis ini bersifat autotrof (mampu
membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis). Golongan kedua adalah
plankton hewani, yang lebih dikenal dengan sebutan zooplankton. Zooplankton bersifat heterotrof. Kelompok ini akan
memanfaatkan fitoplankton dan bahan organik lainnya dalam kehidupannya.
Berbagai
spesies fitoplankton dan zooplankton dapat kita jumpai pada berbagai ekosistem
perairan. Untuk membedakan antar spesies fitoplankton yang ada, bisa dilihat
dari warna yang berasal kandungan pigmen pada setiap kelompok fitoplankton,
struktur morfologi sel, atau ciri lainnya dapat dijadikan dasar dalam
mengidentifikasi fitoplankton. Berikut merupakan pembagian fitoplankton:
Cyanophyta : Kelas Cyanophyceae
Chlorophyta : Kelas Chlorophyceae, Charophyceae
Euglenophyta : Kelas Euglenophyceae
Pyrrophyta/ Dinoflagellata : Kelas Desmophyceae, Dinophyceae
Chrisophyta/ Bacillariophyta : Kelas Chrysophyceae, Xanthophyceae,
Bacillariophyceae
Rhodophyta : Kelas Rhodophyceae
Sedangkan untuk zooplankton,
dapat dikenali berdasarkan struktur morfologi: ruas tubuh, keberdaan antena,
keberdaaan setae (duri pada ruas tubuh), dan ciri lainnya.
Pengenalan
jenis plankton ini dapat dilakukan dengan bantuan buku identifikasi.Pengenalan
berbagai jenis fitoplankton ataupun zooplankton merupakan hal yang penting
dilakukan agar diketahui jenis plankton yang ada di suatu perairan,
keanekaragaman plankton, jenis-jenis yang mendominasi, serta kelimpahnnya.
b.
Teknik
Pengambilan Sampel Plankton
Pengambilan
sampel plankton pada suatu perairan didasari atas pertimbangan tujuan studi.
Frekuensi pengambilan sampel, lokasi, waktu pengambilan (pagi-siang-sore), tipe
sampel yang diambil, dan bagaimana sampel diambil (plankton net statis atau
dinamis) harus disesuaikan dengan tujuan studi. berikut dua metode pengambilan
sampel plankton:
a. Metode
statis
Pengambilan sampel
menggunakan metode statis yaitu plankton net yang digunakan dalam keadaan diam.
b. Metode
dinamis
Plankton net yang digunakan dapat
bergerak artinya plankton net dapat ditarik secara horizontal dengan
menggunakan kapal maupun vertikal.
Hal
yang perlu menjadi perhatian saat melakukan pengambilan sampel plankton
(terutama jika tujuannya menghitung kelimpahan) adalah volume air yang disaring
ke dalam plankton net harus diketahui.
Volume air yang disaring akan
diketahui dengan perkalian luas bukaan plankton net dan jarak penarikan
plankton net. Jarak penarikan juga dapat diketahui dengan mengalikan kecepatan
rata-rata kapal dengan waktu tempuh kapal. Khusus untuk pengambilan sampel
fitoplankton, maka harus diperhatikan kecerahan perairan. Sehingga perlu
dilakukan pengukuran kecerahan terlebih dahulu sebelum pengambilan sampel.
Pengambilan sampel fitoplankton dapat dilakukan pada rentang kedalaman sesuai
dengan kecerahan perairan yang terukur. Untuk zooplankton, karena kecerahan
bukan menjadi faktor penentu keberadaannya di dalam perairan, maka samplingnya
bisa dilakukan pada kedalaman yang lebih bervariasi.
Setelah
dilakukan pengambilan sampel, maka yang perlu diperhatikan adalah penanganan
sampel. Sampel sebaiknya diawetkan agar kondisi sampel tidak mengalami
perubahan. Misalnya penambahan fitoplankton akibat fotosintesis, ataupun
pengurangan fitoplankton akibat pemangsaan oleh zooplankton. Setelah sampai di
laboratorium, sampel dianalisis menggunkan mikroskop untuk mengetahui jenis
plankton yang ditemukan serta menghitung kelimpahan plankton di perairan tempat
dilakukan studi.
c.
Kelimpahan
Plankton (pencacahan)
Pencacahan
plankton merupakan suatu proses tahapan yang dilakukan untuk menghitung
kelimpahan dari setiap jenis plankton yang ada dalam suatu perairan. Pencacahan
jenis dilakukan pada sampel air yang sebelumnya sudah diambil dari perairan,
baik melalui penyaringan maupun tanpa penyaringan dengan plankton net..
kompenen
yang harus diketahui untuk menentukan kelimpahan plankton dalam suatu perairan
yaitu: volume air yang disaring, volume air yang tersaring, volume air di bawah
cover glass, serta luasan cover glass dan bidang yang diamati. Luasan bidang
yang diamati sangat ditentukan oleh alat serta metode yang digunakan dalam
pencacahan plankton. Peralatan dalam pencacahan plankton terdiri atas:
1. Glass object dan cover glass
merupakan peralatan standar yang umumnya digunakan
dalam pengamatan mikroorganisme, termasuk plankton.
2. Sedgewick Rafter Counting Chamber
(SRC)
merupakan alat yang dilengkapi dengan semacam wadah
kecil, bervolume 1 mL, yang dilengkapi dengan kotak-kotak berukuran 1x1 mm
(total 1000 kotak). SCR merupakan alat yang paling umum digunakan dalam
pencacaham plankton yang berasal dari alam.
3. Haemocytometer
Alat ini umumnya digunakan untuk melakukan
pencacahan plankton yang homogen (plankton yang berasal dari hasil kultur).
Pencacahan
plankton dapat dilakukan melalui tiga metode yaitu:
a.
Metode
sensus
dikenal dengan metode sapuan.
Melalui metode ini, semua wilayah yang berada di bawah gelas penutup harus
diamati. Sehingga luas pengamatan akan sama dengan luas gelas penutup. Metode
ini membutuhkan waktu yang lama, akan tetapi nilai keterwakilannya paling
tinggi dibandingkan metode lain.
b.
Metode
lapang pandang
dilakukan dengan mengamati plankton pada titik
tertentu yang sudah dipilih. Umumnya titik yang dipilih dianggap dapat mewakili
air yang berada di bawah gelas penutup. Luasan lapang pandang setara dengan
luas 1 lapang pandang dikali dengan jumlah lapang pandang.
c. Metode
strip dilakukan dengan mengamati 1 baris lapang pandang (baik secara vertikal
ataupun horisontal). Jumlah strip yang diamati tergantung pada keinginan
pengamat.
Setelah
menentukan metode yang digunakan dalam pencacahan plankton, maka kegiatan
selanjutnya adalah melakukan identifikasi dan pengamatan plankton menggunakan
mikroskop. Jika sampel terlalu padat, sampel bisa diencerkan menggunakan
akuades. Jumlah pengenceran dicatat dan akan dijadikan pengali untuk faktor
pengencer pada saat penghitungan kelimpahan. Pada setiap lapang pandang,
dicatat jenis plankton yang dijumpai serta jumlahnya. Buku identifikasi
diperlukan dalam upaya mengenali jenis plankton tertentu. Setelah seluruh
lapang pandang diamati, maka dapat kelimpahan plankton dapat dihitung.
N = n

Keterangan
N :
Kelimpahan
n :
Jumlah spesies
Vt :
Volume tersaring
Vcg :
Volume cover glass
Vd :
Volume disaring
Acg :
Luas cover glass
Aa :
Luas bidang yang diamati
SUMBER PUSTAKA
Apriadi
tri.2017.penuntun praktikum planktonologi.tanjungpinang;manajemen sumberdaya
perairan